Sabtu, 18 April 2009
"mengalah bukan berarti kalah"
nah berkaca dari hal diatas sebenarnya kalu dipikir dari akal sehat tidak ada yang menyalahkan kalau kita mengalah dan kita tidak akan dinyatakan "KALAH"
kalah dalam hal ini, memeberikan kesempatan dia ( lawan interaksi ) untuk memikirkan apakah tindakan yang dia lakukan benar atau salah, merugikan orang lain.....
kalimat "mengalah" sangat berbeda arti dengan "menyerah"
MENGALAH, sebenarnya kemungkinan untuk menang sangat besar, tapi didukung dengan landasan "legowo" dia menerima kekalahan dengan tulus iklas demi untuk kebaikan bersama.....
MENYERAH, berarti memang tidak ada harapan atau tidak kemampuan untuk menang.
sikapilah keadaan dengan positiv....
Rabu, 18 Maret 2009
waktunya DHARMA kalahkan ADHARMA


setelah enam bulan kita melakukan rutinitas kehidupan sehari - hari, kini tiba saatnya kita rayakan kemenangan.kemenangan dalam segala hal, terutama kemenagan kita melawan "hawa-nafsu" keduniawian.....,kita patut bersyukur kepada"Hyang Widhi sebagai manifestasi Tuhan Yang Maha Kuasa" yang sampai saat ini kita masih diberi kesempatan hidup untuk selalu berbuat yang terbaik.
bebuat terbaik dalam hal ini dihadapan Hyang Widhi dan kehidupan manusia umumnya, bukan terbaik bagi diri sendiri...., karena setiap individu memiliki kriteria terbaik sendiri-sendiri tergantung tabiat individu tersebut.
akhir kalimat kami ucapakn "Rahajeng Nyanggre Rahinan Galungan lan Kuningan, mari kita lakukan Dharma untuk kalahkan Adharma.suksme
Senin, 09 Maret 2009
arti sebuah kata dalam kalimat
" TIADA HIDUP TANPA KEGAGALAN ,KEKALAHAN , DAN KEJATUHAN............
AIR SUNGAI MENUJU LAUT MELEWATI JALAN YANG BERLIKU......
BERDIRILAH TEGAK KEMBALI.............................
JANGAN MEMANDANG KE BELAKANG , MASA LALU TELAH BERLALU....................
HIDUP BERJALAN TERUS............................
LANGIT YANG ABADI TETAP TIDAK BERUBAH DAN HIDUP BAGAIKAN BENTUKAN GERAKAN AWAN DI ANGKASA YANG SELALU BERUBAH-UBAH TIDAK MEMILIKI KETETAPAN DAN TIDAK ABADI . "
suatu saat setelah kita dapat menaklukkan angin, ombak, air pasang dan gravitasi,kita akan memanfaatkan energi cinta. Kemudian untuk yang kedua kalinya dalam sejarah dunia, umat manusia akan menemukan api
~ Telhard de Chardin ~
Sukses tidak diukur dari posisi yang dicapai seseorang dalam hidup, tapi dari kesulitan-kesulitan yang berhasil diatasi ketika berusaha meraih sukses
~ BOOKER T WASHINGTON ~
Ada 2 cara untuk menyebarkan cahaya :
- Jadilah lilin yang menyebarkan cahaya
- Jadilah cermin yang memantulkan sinarnya
~ EDITH WHARTON ~
SEBELUM KITA MENGELUH...........
1. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak
dapat berbicara sama sekali.
2. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak
punya apapun untuk dimakan.
3. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di
jalanan.
4. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada
tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.
5. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu, pikirkan tentang seseorang yang memohon
kepada Allah untuk diberikan teman hidup.
6. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu
cepat.
7. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin
mempunyai anak tetapi dirinya mandul.
8. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan
tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.
9. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, pikirkan tentang seseorang yang
menempuh jarak yang sama dengan berjalan.
10. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, pikirkan tentang pengangguran,
orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.
11. Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.
Berapa Malaikat Yang Kau Temui Hari Ini?
Ya berapa malaikat yang sudah kau temui hari ini?
Atau hari kemarin?
Di dalam perjalananmu menuju tempat kerja?
Atau dalam perjalananmu menuju ke rumah kembali?
Berapa?
Bahkan itu di rumahmu sendiri.
Berapa malaikat yang kau temui?
Tidak ada?
Tidak mungkin! Siapa bilang? ![]()
Mari kita ingat-ingat lagi...
Mungkin dia yang membuatmu marah-marah karena
membuatmu terbangun di tengah malam buta. Membuatmu
terjaga dengan tangisan. Dan kau hanya berkata dengan
bersungut-sungut, "Anak siapa sih? Rese amat
malem-malem nangis. Berisik!"
Padahal mungkin ia membangunkanmu untuk sesuatu hal
bermanfaat yang bisa kau lakukan di tengah malam itu.
Mungkin dia yang membuatmu sewot, ketika kau
bertabrakan badan di jalan sehingga membuatmu
terjatuh. Dan kau menjadi sedikit sakit dan malu. Dan
kau membentaknya dengan ucapan, "Pake mata dong kalo
jalan!"
Padahal mungkin ia mengajakmu untuk berlatih bersabar
dan malahan justru jika ia tidak menabrakmu kau akan
sedetik lebih cepat dan mungkin ceritanya akan
berbeda. Tertabrak mobil barangkali.
Mungkin dia yang membuatmu berpikir buruk, sebab
setiap hari ia selalu menengadahkan tangan padamu
dengan pakaian compang-camping dan baju dekilnya.
Sehingga membuat ini terbersit di pikiranmu, "Males
amat sih ini orang. Badan masih seger gitu loh?"
Padahal mungkin ia mengajakmu untuk berpikir positif
dan lebih bermurah rejeki, setidaknya bermurah senyum.
Ya. Cobalah ingat-ingat lagi. Berapa kali dalam sehari
kau membentak, menghardik, membenci, berprasangka,
mencibir, memaki orang lain?
Berapa kali?
Sebab mungkin sebanyak itu pulalah kau berlaku tidak
sepantasnya pada malaikat.
Senyumlah setiap hari pada siapapun yang kau jumpai.
Berpikirlah positif pada setiap orang yang kau temui.
Perlakukanlah orang lain dengan cara yang sama seperti
kau mengharapkan orang lain memperlakukanmu. Tuhan
selalu "bekerja" dengan cara yang misterius.
Maka, selalu lah peka dalam menyikapi semua ini. ![]()
Minggu, 08 Maret 2009
kegagalan adalah sukses yang tertunda
Hari Raya Nyepi telah tiba
Sebentar lagi Qta umat Hindu akan merakan Hari Raya NYEPI.dimana Hari Raya NYEPI merupakan sebuah warisan budaya Hindu dari jaman kerajaan Majapahit yang sampai saat ini masih dilaksanakan oleh masyarakat Hindu di Bali dengan berbagai runutan acara ritual dalam penyambutannya.
Menurut cerita dan penuturan dari orang tua serta pengetahuan dari sekolah dasar hingga duduk di bangku kuliah, saya mendapatkan pemahaman tentang makna Nyepi yang merupakan perayaan pergantian tahun Baru Caka.
Sehari sebelum perhitungan tahun baru dimulai, masyarakat Hindu (pada jaman Kerajaan Majapahit) diwajibkan melakukan ‘Catur Tapa Bratha’ yaitu; Amati Geni – tidak menyalakan api, Amati Karya – tidak melakukan kegiatan atau pekerjaan, Amati Lelanguan – tidak membuat kegaduhan atau ribut, dan Amati Lelungaan – tidak melakukan perjalanan atau bepergian.
Semoga saja Hari Raya NYEPI tahun ini berlangsung dengan Shanti “DAMAI”
ASTUNGKARAH……
Om Shanti Shanti Shanti Om…

.jpg)